Sabtu, 04 Desember 2010

Penilaian Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi Provinsi Kalimantan Tengah

Pada hari Rabu, 1 Desember 2010 tim Penilai Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi Provinsi Kalimantan Tengah yang dipimpin oleh Ibu Wirda, SKM, M.Kes berkunjung ke RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Dalam penilaian ini, beliau mengunjungi poliklinik, ruang perinatologi, ruang tindakan persalinan, ruang nifas, ruang rawat gabung, instalasi gawat darurat dan melakukan wawancara dengan petugas dan pasien.
Dari hasil penilaian, Ibu Wirda memberikan beberapa masukan untuk rumah sakit, yaitu:
  1. Ruangan yang berkaitan dengan PONEK diharapkan sesuai dengan standar.
  2. Masih ada beberapa protap yang belum ada (termasuk Section Caesaria)
  3. SPM dibuat dan ditanda tangani oleh Bupati
  4. Diupayakan BLUD
  5. Hospital Bylaws harus ditanda tangani oleh Bupati
  6. Rumah sakit diharapkan untuk melakukan pemeriksaan sensitifitas bakteri (uji resistensi)
  7. Pokja Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi diharapkan untuk dibentuk
  8. Sekretariat RSSI diharapkan dapat disediakan

Selasa, 30 November 2010

Percepatan Pencapaian Millenium Development Goal

Rumah sakit harus melakukan hal-hal berikut ini:
  1. Siap menangani gizi buruk
  2. Memberikan pelayanan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pada bayi baru lahir (penerbitan surat keputusan rumah sakit yang mendukung pelayanan inisiasi menyusui dini pada bayi baru lahir dan tidak menjual susu formula)
  3. Semua ibu hamil menggunakan buku KIA\
  4. Memberikan laporan KIA ke dinas kesehatan
  5. Memiliki Unit Transfusi Darah
  6. Kabupaten memiliki Tim PONEK

Jumat, 26 November 2010

Belajar dari RSUD Kota Depok

Rumah sakit yang baru berdiri dua tahun ini sudah berhasil mencapai rumah sakit tipe B, terakreditasi dan sudah meraih ISO 9001: 2008. Bila dilihat secara sepintas memang rumah sakit ini sudah memiliki spesialis diluar empat dasar diantaranya Spesialis Mata, Spesialis Syaraf, Spesialis Anestesi, Spesialis Radiologi dan lain-lain. Rumah sakit sudah memiliki sistem informasi yang menghubungkan berbagai bagian yang ada di rumah sakit dengan menggunakan komputer, sehingga sistem pelaporan dan sistem keuangan, semuanya sudah terintegrasi.
Dukungan dari pihak pemerintah daerah sangat terasa, mengingat rumah sakit ini merupakan salah satu program unggulan dari Walikota Depok, Bapak Nurmahmudi Ismail. Tahun depan saja, rumah sakit ini akan menyelesaikan pembangunan ruang rawat inap tambahan dan akan memberikan pelayanan gratis bagi masyarakat yang dirawat di kelas III. Sayang karena kunjungan ini tidak dilakukan secara resmi, tidak diperkenankan untuk mengabadikan berbagai sisi dari rumah sakit ini.
RSUD Kota Depok

Studi Banding DPRD Kabupaten Kapuas ke Pemkot Bekasi

Pada hari Rabu, 24 November 2010 pukul 09.45-12.00 WIB bertempat di Aula Kantor Pemerintah Kota Bekasi, 22 orang anggota DPRD Kabupaten Kapuas yang dipimpin oleh Bapak Timotius Mahar mengadakan studi banding kepada Pemerintah Kota Bekasi mengenai masalah Jamkesda, Pendidikan Gratis, dan Adipura.
Hasil studi banding untuk Jamkesda adalah sebagai berikut:
  1. Penanggung jawab Jamkesda adalah Dinas Kesehatan Kota.
  2. Dinas Kesehatan membuat MoU dengan berbagai rumah sakit di sekitar Kota Bekasi.
  3. Klaim Jamkesda menggunakan INA-DRG
  4. Verifikasi klaim Jamkesda dilakukan oleh Dinas Kesehatan
  5. Dana Jamkesda Kota Bekasi sekitar 5 milyar
  6. Bupati menetapkan 22 penyakit yang tidak bisa diklaim (seperti tindakan kosmetika, dll)
  7. Klaim Jamkesda diajukan oleh rumah sakit kepada Dinas Kesehatan