Tampilkan postingan dengan label Akreditasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akreditasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 November 2010

Belajar dari RSUD Kota Depok

Rumah sakit yang baru berdiri dua tahun ini sudah berhasil mencapai rumah sakit tipe B, terakreditasi dan sudah meraih ISO 9001: 2008. Bila dilihat secara sepintas memang rumah sakit ini sudah memiliki spesialis diluar empat dasar diantaranya Spesialis Mata, Spesialis Syaraf, Spesialis Anestesi, Spesialis Radiologi dan lain-lain. Rumah sakit sudah memiliki sistem informasi yang menghubungkan berbagai bagian yang ada di rumah sakit dengan menggunakan komputer, sehingga sistem pelaporan dan sistem keuangan, semuanya sudah terintegrasi.
Dukungan dari pihak pemerintah daerah sangat terasa, mengingat rumah sakit ini merupakan salah satu program unggulan dari Walikota Depok, Bapak Nurmahmudi Ismail. Tahun depan saja, rumah sakit ini akan menyelesaikan pembangunan ruang rawat inap tambahan dan akan memberikan pelayanan gratis bagi masyarakat yang dirawat di kelas III. Sayang karena kunjungan ini tidak dilakukan secara resmi, tidak diperkenankan untuk mengabadikan berbagai sisi dari rumah sakit ini.
RSUD Kota Depok

Kamis, 07 Januari 2010

Rapat Akreditasi Pertama Tahun 2010

Memasuki tahun baru ini, tim akreditasi kembali mengadakan rapat untuk mengevaluasi sejauh mana persiapan survey akreditasi yang akan dilakukan oleh KARS. Tahun ini kegiatan penilaian mutu pelayanan rumah sakit akan dibantu oleh Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) yang akan mengadakan survey kepuasan pasien. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menjadi awal yang baik dalam mengevaluasi hasil pelaksanaan pelayanan di rumah sakit.
Kegiatan dalam pokja administrasi dan manajemen juga akan dibantu oleh PKRS dengan pembuatan peta rumah sakit. Meskipun tidak seluruh kegiatan yang diusulkan oleh PKRS dapat dilaksanakan tahun ini, tapi paling tidak perencanaan yang baik sudah merupakan awal yang baik.
Pokja rekam medik masih mengalami kendala dalam masalah SDM dan pemenuhan standar akreditasi. Diharapkan dengan diaktifkannya kembali Komite Rekam Medis RS yang diminta untuk memberikan evaluasi terhadap rekam medis yng diisi oleh dokter, dapat menjadi awal yang baik untuk peningkatan nilai dari pokja ini.

Minggu, 22 November 2009

Tawaran Survey dari KARS dengan Dana Sharing

Rumah sakit di Kalimantan Tengah mendapatkan tawaran dari Departemen Kesehatan RI - Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) - untuk disurvey dalam rangka akreditasi rumah sakit. Depkes akan menyediakan dana transportasi dan uang saku bagi surveyor, sedangkan rumah sakit diharapkan bisa menyediakan transport lokal dan akomodasi.
 Tawaran ini disambut baik oleh Tim Akreditasi dengan jalan mempersiapkan self assessment (penilaian diri) dari masing-masing kelompok kerja (pokja) yang ada dalam Tim Akreditasi rumah sakit.
 Target tim untuk tahun 2009 ini bagi masing-masing pokja adalah 75%. Namun kelulusan bisa dicapai bila nilai minimal dari masing-masing pokja tidak kurang dari 65%. Saat ini yang masih ada pokja yang belum memenuhi ketentuan 65% tersebut. Diharapkan masing-masing pokja dapat melengkapi persyaratan administratif dan menjalankan apa yang sudah ditulis.

Minggu, 01 November 2009

Sistim Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS)

Sejak 31 Oktober 2009, instalasi SIM-RS yang dilakukan oleh NCI sudah berakhir. Belum semua ruangan yang mendapatkan fasilitas komputer, sehingga belum semuanya dapat mengentry di ruangan masing-masing, tapi harus ikut ke ruangan lain. Dari pengumuman yang disampaikan oleh ketua Tim Counterpart rumah sakit yaitu M. Sholichuddin, bahwa belum semua ruangan melakukan entry data pasien pulang, sehingga belum dapat diketahui tempat tidur yang kosong di masing-masing ruangan. Program yang masih belum dicoba adalah laporan keuangan (billing system) karena Dinas Pendapatan Daerah meminta sistem pelaporan secara otomatis ini dilakukan mulai tahun 2010. Meskipun demikian diharapkan sistem ini dapat mulai berjalan, paling tidak untuk Rekam Medis sudah bisa digunakan untuk membuat laporan rumah sakit.

Sabtu, 03 Oktober 2009

Komentar BPK: Akreditasi Kurang Maksimal

Pada bulan Ramadan yang lalu, BPK memeriksa rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan mereka didapatkan bahwa kegiatan pemenuhan akreditasi rumah sakit masih belum berjalan maksimal.
Masukan dikomentari dengan menunjukkan apa yang sudah dikerjakan oleh masing-masing pokja yang ada dalam tim akreditasi. Upaya pemenuhan standar dalam akreditasi memang masih belum selesai, mengingat akreditasi membutuhkan proses. Menuliskan apa yang seharusnya dikerjakan dan mengerjakan apa yang ditulis, serta menuliskan apa yang dikerjakan tentu membutuhkan waktu. Kami tidak ingin kegiatan akreditasi ini cuma ada diatas kertas saja tanpa adanya pelaksanaan di lapangan.
Kesungguhan tim dalam pemenuhan standar ditunjukkan dengan semangat tim dalam melengkapi persyaratan administratif serta sedikit demi sedikit menerapkan standar yang sudah disahkan oleh direktur tersebut.
Komentar dari BPK tersebut dapat dijadikan penyemangat agar tahun depan, rumah sakit kita dapat kesempatan untuk dinilai oleh Surveyor dari Komite Akreditasi Rumah Sakit sehingga dapat dilakukan perbaikan di sana-sini.

Jumat, 20 Maret 2009

Tim Akreditasi RS Mulai Hidup Kembali

Setelah hampir setahun tidak ada kabar beritanya, saat ini Tim Akreditasi RS mulai bangkit dari mati surinya. Setelah pertemuan Sosialisasi Akreditas Rumah Sakit se-Kalimantan Tengah beberapa minggu yang lalu, tim akreditasi kembali bertemu untuk mensosialisasikan hasil pertemuan dan juga mendistribusikan format baru dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS).
Tim akreditasi akan direvisi mengingat masing-masing orang akan memegang satu atau dua buah standar yang harus dipenuhi. Kemudian masing-masing pokja diminta untuk melakukan penilaian awal terhadap seluruh standar yang ada pada masing-masing pokja, sehingga dapat menjadi baseline untuk progress report tim akreditasi setiap bulannya.
Pertemuan tim akreditasi direncanakan setiap bulan, tapi untuk pertemuan pokja diharapkan sesering mungkin dalam rangka memenuhi standar-standar yang harus ada dalam setiap pokja. Mudah-mudahan kegiatan ini tidak cuma semangat diawalnya saja, tapi dapat berkesinambungan.

Sabtu, 21 Juni 2008

Digitalisasi Data Kepegawaian Rumah Sakit

Salah satu kegiatan akreditasi rumah sakit tahun ini adalah digitalisasi data-data kepegawaian. Upaya ini dilakukan untuk memudahkan pegawai rumah sakit dalam mengarsipkan data-data mereka di rumah sakit. Tim akreditasi akan mengadakan komputer yang dikategorikan "high end" dengan kapasitas hardisk yang besar sehingga dapat menampung data dari seluruh pegawai yang ada di rumah sakit.
Direncanakan dari kegiatan ini, masing-masing pegawai diminta untuk menyerahkan seluruh data kepegawaian yang mereka miliki dari awal sampai akhir. Semua berkas tersebut akan discanning dan datanya disimpan di dalam komputer. Dalam pengelolaan data ini diupayakan agar masing-masing karyawan akan dengan mudah memanggil kembali data yang diperlukan sehingga tidak perlu lagi setiap kali ada pengumpulan berkas kepegawaian, mereka diminta untuk mengumpulkan fotocopy ini dan itu. Data dari masing-masing pegawai akan di update setiap kali mereka menerima berkas terbaru baik itu surat keputusan atau berkas-berkas lain seperti sertifikat seminar, ijazah pendidikan dan lain-lain.
Untuk menjamin keamanan data, diupayakan adanya sistem proteksi yang mumpuni dari komputer, serta ada petugas khusus yang dipercayakan untuk mengelola data tersebut. Untuk entry data pegawai ini akan disediakan dana dari tim akreditasi. Diharapkan setelah berjalannya program ini, banyak kemudahan yang dapat diberikan kepada pegawai rumah sakit, sehingga kinerja mereka akan makin baik.

Akreditasi Lebih Mengarah padaPersiapan IT RumahSakit

Akreditasi merupakan syarat awal untuk bisa mendapatkan berbagai pengakuan dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit. Kami mengharapkan dengan kegiatan ini, rumah sakit dapat memenuhi persyaratan minimal dalam pengakuan terhadap kemampuannya dalam melayani masyarakat dengan baik.
Dalam rapat-rapat yang sudah berjalan, setiap seksi mengajukan usulan tentang hal-hal yang akan diperbaiki dalam rangka memenuhi persyaratan penilaian akreditasi. Diantara usulan yang banyak menyita perhatian adalah upaya penyediaan sarana komputer untuk digitalisasi data kepegawaian rumah sakit, komputer untuk database pasien di rekam medik, komputer untuk katalog buku di perpustakaan rumah sakit, komputer untuk informasi pasien yang di rawat di instalasi gawat darurat serta penyediaan "operating system" yang asli. Selain itu upaya untuk melengkapi persyaratan administrasi seperti standar operating procedur (SOP), standar pelayanan medik dan berbagai surat keputusan direktur yang melegalisasi berbagai bentuk pelayanan di rumah sakit sedikit demi sedikit terus di kumpulkan.
Bila dikaitkan dengan dimulainya penerapan tarif INA-DRG pada tanggal 1 Juli 2008 nanti, tim akreditas juga mempersiapkan "server" yang nantinya dapat menghubungkan semua komputer yang ada di rumah sakit, sehingga terjadi sinkronisasi data yang baik antar ruangan dan bagian di rumah sakit.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas dengan proyek DHS II-nya berencana akan membantu rumah sakit dalam pengadaan komputer dalam rangka mensinkronkan data dari rumah sakit dengan dinas kesehatan. Diharapkan kerjasama ini dapat berlangsung dengan baik sehingga Data Kesehatan Kabupaten Kapuas dapat diandalkan keakuratannya. Kerjasama ini juga membantu akreditasi rumah sakit dalam memperbaiki kualitas pelaporan rumah sakit.